Pantai Atuh Nusa Penida, Si Misterius yang Menantang

Pantai Atuh Nusa Penida merupakan salah satu pantai yang wajib didatangi saat kamu di Bali! Mengapa? Mungkin nama Atuh Beach cukup asing jika bicara Bali. Namun, secara spesifik, destinasi wisata satu ini cukup dikenal di wilayah Nusa Penida. Sebagai informasi, rute menuju Pantai Atuh cukup menantang dengan lokasinya tersembunyi nan misterius. Kamu wajib datang ke sini!




Baca juga: Broken Beach Nusa Penida, tak akan bikin patah hati

Pantai Atuh Nusa Penida Bali
Pantai Atuh Nusa Penida Bali. Kayak Raja Ampat yaaa

Panorama indah pantai diapit oleh hamparan tebing dan gugusan pulau-pulau kecil jadi daya tarik Pantai Atuh. Tak perlu bilang mirip Raja Ampat karena kedua lokasi ini punya pesonanya masing-masing.

 

Ada Apa di Pantai Atuh Nusa Penida?

Si Misterius nan Magis

Penamaan “Atuh” berasal dari kata “A” yang berarti “tidak” dan kata “Tuh” yang berarti “kering”. Secara lengkap, Pantai Atuh berarti pantai yang “tidak pernah kering”. Penamaan tersebut berasal dari satu tempat yang tak jauh dari bibir pantai. Terdapat Pura Atuh yang sering dikunjungi oleh masyarakat Hindu. Tempat tersebut tidak sekadar jadi tempat ibadah melainkan punya sisi ‘magis’ yang menakjubkan. Pada bagian barat dari pura ada dua mata air yang masih sering digunakan oleh penduduk maupun masyarakat sekitar. Yang unik adalah air tesebut terasa tawar padahal berada dekat laut! Bahkan, mata air tidak pernah kering meskipun musim kemarau melanda daerah Nusa Penida. Itulah mengapa nama “Atuh” disematkan pada pantai yang berada di Kabupaten Klungkung Bali tersebut.

Hamparan Biru nan Bersih

Tempat ini masih cukup jarang didatangi oleh wisatawan sehingga terlihat sangat asri. Hamparan pantai dengan pasir bersih berpadu dengan air laut yang biru. Sebagaimana sudah disinggung di awal, gugusan pulau dan karang yang ada di Atuh tampak seperti Raja Ampat. Dari sisi kiri Atuh, kamu dapat lihat Tanjung Juntil. Sementara di bagian kanan tampak Gili Batu Melawang, Batu Padasan serta Batu Abah dan Gili Batu Metegen. Membentang sejauh 500 meter, Pantai Atuh menawarkan pemandangan yang benar-benar unik.

 

Tips Berwisata ke Pantai Atuh Agar Makin Berkesan

Agar perjalanan kamu makin menyenangkan dan sesuai ekspektasi, ada beberapa tips wisata ke Pantai Atuh. Apalagi kalau kamu benar-benar belum pernah ke sana, tips-tips berikut akan membantu untuk jadikan perjalanan ke sana makin berkesan.

Sebagai informasi Pantai Atuh berada di timur Nusa Penida, jadi sunrise atau matahari terbit akan dapat kamu abadikan sempurna di sini! Pastikan kamu sudah sampai di Atuh sebelum jam 05.30 WITA. Agar tak kehilangan momen, mengingat trekking ke sana juga tidak mudah, kamu bisa berangkat sehari sebelumnya. Sampai jam 16.00 WITA maka kamu akan dapat bonus dobel. Matahari terbit keesokan hari dan pemandangan sore sangat indah di Pantai Atuh.

Tenang! Ada penginapan unik disana, salah satunya Rumah Kayu yang berada di atas pohon. Kemudian, ada pula homestay yang disediakan oleh warga sekitar. Selain itu, kamu bisa juga camping di sekitar pantai. Terserah, pilih yang nyaman dan menarik bagi kamu.

Jika bingung, coba kontak Qemana.com untuk bantu bikin itinerary dan beri opsi terbaik untuk perjalanan ke Pantai Atuh.

Untuk mencapai Pantai Atuh, kamu bisa pilih dua rute, yaitu dari Banjar Pelilit yang dicapai sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Boot Buyuk. Rute kedua adalah Banjar Kelodan yang berada 17 kilometer dari Buyuk lalu berlanjut sekitar 5 kilometer jalan tanah. Lokasi Pantai Atuh sendiri berada di Banjar Pelilit di Desa Pejukutan, Nusa Penida, Klungkung, Bali. Tidak gampang untuk mencapai lokasinya karena bisa salah arah, oleh karena itu, jangan segan untuk bertanya pada warga sekitar.

Sebagai pengingat bagi kalian yang ingin wisata ke Pantai Atuh, jangan lupa untuk selalu jaga kebersihan kawasan pantai ini, ya! Dengan demikian, pantai akan tetap asri dan jadi spot foto yang menarik untuk mengisi media sosial kalian dan teman-teman lain yang akan berkunjung ke sana.

Baca juga: 9 kota tempat wisata di Bali, sajian lengkap Pulau Dewata

Happy adventuring!

About the author

Saat ini aktif menulis cerita perjalanannya di Travel Blog virustraveling.com dan fokus mengembangkan Qemana.com agar bisa traveling terus.

Leave a Reply