Daya Tarik
Apa yang Terbaru di Curug Citambur?
Terakhir diperbarui: Juli 2026
- Akhir 2024: Akses jalan menuju Curug Citambur sempat lumpuh akibat longsor dan pergerakan tanah yang merusak jalan beton yang baru saja diresmikan, dengan retakan sedalam 10-30 cm di beberapa titik — Pemkab Cianjur langsung menerjunkan alat berat buat perbaikan bertahap.
- Kondisi per Juli 2026: Jalur utama sudah bisa dilalui kendaraan lagi, tapi ada baiknya kamu tetap cek kondisi cuaca dan info jalan sebelum berangkat, apalagi kalau musim hujan lagi deras-derasnya di kawasan Ciwidey-Rancabali.
- Kondisi per Juli 2026: Tiket masuk masih dipatok Rp10.000 per orang, dengan biaya parkir terpisah Rp3.000 buat motor dan Rp5.000 buat mobil.
Kalau kamu nyari air terjun paling tinggi di Cianjur, jawabannya cuma satu: Curug Citambur. Air terjunnya jatuh dari ketinggian sekitar 130 meter dalam tiga tingkatan, bikin siapapun yang berdiri di bawahnya kerasa kecil banget. Lokasinya di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, sekitar 72 km atau 2-3 jam berkendara dari Bandung lewat jalur Ciwidey-Rancabali, dengan tiket masuk yang masih ramah di kantong, cuma Rp10.000 per orang.
Suara Tambur dari Balik Rimbunnya Hutan
Nama “Citambur” konon berasal dari dua kata: “ci” yang berarti air, dan “tambur” yang merujuk pada alat musik tabuh. Ada dua versi cerita soal asal-usulnya. Versi pertama menyebut dulu kawasan ini bagian dari Kerajaan Tanjung Anginan, dan setiap kali sang raja — Prabu Tanjung Sanghyang Anginan — hendak menuju curug, para pengawalnya menabuh tambur sebagai tanda kedatangan. Versi lain lebih sederhana: suara debur air yang jatuh ke kolam di bawahnya memang terdengar seperti tabuhan tambur kalau didengar dari kejauhan. Apapun versinya, begitu kamu sampai di area pengamatan dan dengar sendiri gemuruh airnya, kamu bakal ngerti kenapa nama itu nyantol sampai sekarang.
Apa Saja yang Bisa Kamu Lakukan di Sini?
- Menikmati pemandangan dari gazebo pengamatan — spot terbaik buat lihat air terjun secara utuh dari kejauhan tanpa perlu turun ke area basah, cocok buat foto-foto dengan latar tiga tingkatan curug sekaligus.
- Trekking ke area kolam bawah — buat yang mau lebih dekat, ada jalur setapak menurun menuju kolam penampungan air, tapi jalannya licin jadi perlu hati-hati terutama musim hujan.
- Camping di area sekitar — beberapa spot datar dekat curug bisa dipakai buat mendirikan tenda kalau kamu mau lihat kabut pagi menyelimuti air terjun.
- Berburu foto dengan efek kabut — percikan air dari ketinggian 130 meter menciptakan kabut tipis yang bikin suasana makin dramatis, terutama kalau datang pagi hari.
- Mampir ke Situ Patenggang atau Kawah Putih — karena searah lewat Ciwidey-Rancabali, banyak wisatawan menjadikan Citambur sebagai pemberhentian tambahan dalam satu rute wisata Bandung Selatan.
Destinasi Terdekat
Enaknya lewat jalur Ciwidey-Rancabali, kamu bisa sekalian mampir ke beberapa destinasi populer Bandung Selatan. Situ Patenggang berjarak sekitar 20-25 menit ke arah utara, cocok buat lanjut naik perahu di danaunya. Kawah Putih yang terkenal dengan air kawahnya yang berubah warna ada sekitar 30-35 menit perjalanan, sementara Perkebunan Teh Rancabali yang menghampar hijau bisa kamu nikmati sepanjang perjalanan menuju curug. Kalau masih ada waktu dan stamina, Curug Ngebul yang sama-sama kena dampak longsor beberapa waktu lalu juga berada di jalur yang berdekatan, sekitar 15-20 menit dari Citambur.
Waktu Terbaik Berkunjung
| Periode | Kondisi | Rating |
|---|---|---|
| Juni – September (kemarau) | Debit air stabil, jalur trekking kering dan tidak licin, langit cerah buat foto | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Oktober – Mei (hujan) | Debit air lebih deras dan makin megah, tapi jalan akses rawan licin dan longsor | ⭐⭐⭐ |
Tips Berkunjung
- Datang pagi hari sekitar pukul 07.00-09.00 supaya dapat kabut tipis di sekitar air terjun dan menghindari kabut yang menutupi pemandangan siang hari kalau cuaca sedang mendung.
- Pakai alas kaki yang bergerigi karena jalur menuju area pengamatan cukup menanjak dan licin, apalagi setelah hujan.
- Cek dulu info kondisi jalan sebelum berangkat, terutama di musim hujan mengingat riwayat longsor di jalur ini.
- Bawa jaket tipis atau jas hujan portable, karena suhu di sekitar curug lumayan dingin dan percikan airnya bisa mengenai pengunjung dari jarak lumayan jauh.
- Siapkan waktu ekstra kalau berencana sekalian ke Situ Patenggang atau Kawah Putih dalam satu hari yang sama.
Fasilitas
Area parkir motor dan mobil, gazebo pengamatan, warung-warung kecil penjual makanan ringan dan minuman hangat, toilet umum sederhana, serta jalur setapak menuju area kolam bawah bagi yang ingin lebih dekat dengan air terjunnya.
Tiket Masuk
| Kategori | Harga |
|---|---|
| Tiket masuk | Rp10.000/orang |
| Parkir motor | Rp3.000 |
| Parkir mobil | Rp5.000 |
Note:
- Harga bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat musim liburan panjang.
- Belum termasuk biaya tambahan kalau kamu menyewa jasa pemandu lokal untuk trekking ke area kolam bawah.
Jam buka efektifnya mulai pukul 07.00 sampai sekitar 16.30 WIB setiap hari.
Transportasi
Rute utama: Bandung – Ciwidey – Rancabali – Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda – Curug Citambur.
- Dari Kota Bandung — ambil arah Ciwidey menuju Perkebunan Teh Rancabali, lanjut ke Desa Cipelah dan Desa Karangjaya, total sekitar 72 km, ±2-3 jam berkendara tergantung kondisi jalan dan cuaca.
- Dari pusat Kabupaten Cianjur — sekitar 32 km atau ±2 jam ke arah selatan menuju Kecamatan Pasirkuda.
- Naik transportasi umum — dari Terminal Leuwipanjang Bandung naik angkutan jurusan Ciwidey, lanjut ojek atau kendaraan carter karena trayek langsung ke curug belum tersedia.
- Dalam kawasan wisata — dari area parkir, jalan kaki sekitar 5-10 menit menuju gazebo pengamatan, atau lanjut trekking sekitar 15-20 menit lagi kalau mau turun ke kolam bawah.
Lokasi pastinya bisa kamu cek lewat Google Maps di sini.
Akomodasi
Karena rute ke Citambur lewat kawasan Ciwidey yang juga jadi pusat wisata Bandung Selatan, penginapan di sekitar sini gampang dicari dan bisa jadi basecamp buat eksplor Kawah Putih atau Situ Patenggang keesokan harinya. Klik link-nya buat lihat harga dan ketersediaannya, soalnya tarif bisa naik pas akhir pekan atau musim liburan.
Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan waktu senggangmu buat lihat langsung gemuruh air terjun tertinggi di Cianjur ini.