Daya Tarik

Begitu motor berhenti di area parkir Bukit Merese, yang pertama kamu lihat bukan bukit — tapi hamparan rumput hijau bergelombang yang bikin banyak orang langsung menyebutnya “Bukit Teletubbies”. Bukit ini ada di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, cuma beberapa menit dari kawasan Mandalika yang belakangan makin ramai lewat sirkuit MotoGP-nya. Naik ke puncaknya nggak butuh perjuangan berat, tapi pemandangan yang kamu dapat setara trekking berjam-jam ke gunung. Tanjung Aan, laut biru toska, dan garis pantai berpasir merica terhampar begitu saja di bawah kaki.

Lokasi Desa Kuta, Kec. Pujut, Lombok Tengah, NTB
Harga tiket Rp 10.000/orang + parkir Rp 5.000 (motor) / Rp 10.000 (mobil)
Jam buka 24 jam, waktu terbaik sunset 16.00-18.30 WITA
Jarak dari Bandara Lombok ±17 km, sekitar 30-35 menit berkendara

Bukit Savana dengan Panorama Laut

Bukit Merese adalah bukit savana di pesisir selatan Lombok yang jadi salah satu titik pandang terbaik buat melihat Pantai Tanjung Aan dan Teluk Kuta sekaligus. Bukit ini bukan gunung berbatu, melainkan perbukitan berumput yang menghijau saat musim hujan dan berubah kuning kecoklatan saat kemarau — dua musim, dua suasana, sama-sama fotogenik. Karena konturnya landai dan ketinggiannya bersahabat, siapa pun bisa naik jalan kaki maupun naik motor sampai dekat puncak. Wisatawan biasanya datang untuk satu hal spesifik: berdiri di atas, lalu menyaksikan laut dan pantai sekaligus tanpa harus mendaki gunung sungguhan.

Si Bukit yang Dijuluki Teletubbies

Julukan “Bukit Teletubbies” ini muncul begitu saja dari mulut ke mulut wisatawan, bukan nama resmi dari pemerintah desa. Bentuk bukitnya yang bulat-bulat lembut, berumput rapat tanpa pohon tinggi, memang mengingatkan pada latar acara anak-anak itu. Yang menarik, Merese sebenarnya bukan satu bukit tunggal — ada beberapa gundukan berdampingan yang membentuk barisan, sehingga dari satu spot kamu bisa dapat komposisi foto berlapis: bukit di depan, laut di tengah, langit senja di belakang. Konon nama “Merese” sendiri diambil dari nama kampung nelayan kecil yang dulu ada di kaki bukit ini, sebelum kawasan Mandalika dikembangkan besar-besaran jadi destinasi wisata prioritas nasional. Banyak fotografer prewedding sengaja memburu momen sekitar pukul lima sore, saat cahaya keemasan jatuh tepat di lekuk-lekuk rumputnya.

Apa Saja yang Bisa Kamu Lakukan di Sini?

  1. Trekking ringan ke puncak — sekitar 10-15 menit jalan kaki dari titik parkir terdekat, jalur tanah dan rumput, cukup pakai sandal gunung atau sneaker.
  2. Naik motor sampai dekat puncak — ada jalur tanjakan tanah yang bisa dilewati motor bagi yang nggak mau capek jalan.
  3. Berburu foto dan konten — spot favorit buat foto prewedding, konten media sosial, sampai sesi foto keluarga.
  4. Menikmati sunset — ini alasan utama kebanyakan orang datang sore hari, bukan siang.
  5. Paralayang musiman — sesekali ada operator lokal yang menawarkan tandem paralayang dari puncak saat kondisi angin mendukung, terutama menjelang event besar di Mandalika.
  6. Sewa kuda atau ATV — beberapa warga menyewakan kuda kecil dan ATV di area bukit untuk tambahan spot foto atau keliling savana, biasanya Rp 25.000-50.000 tergantung durasi.

Destinasi Terdekat dari Bukit Merese

Karena letaknya di jantung kawasan Kuta-Mandalika, Bukit Merese gampang banget digabung dengan beberapa titik lain dalam satu hari:

  • Pantai Tanjung Aan — cuma 5 menit naik motor, terkenal dengan pasir merica dan air lautnya yang jernih.
  • Pantai Seger — sekitar 7 menit, sering jadi lokasi upacara adat Bau Nyale.
  • Sirkuit Mandalika — sekitar 10-15 menit, spot wajib buat penggemar MotoGP meski bukan hari balapan.
  • Kuta Lombok (pusat kota) — sekitar 10 menit, banyak kafe dan penginapan untuk istirahat sebelum atau sesudah ke bukit.
  • Batu Payung — sekitar 15-20 menit naik perahu kecil dari Tanjung Aan, cocok buat lanjutan trip di hari yang sama.
  • Bukit Seger dan Bukit Peti — beberapa bukit lain di sekitar Kuta yang bisa jadi alternatif kalau Merese sedang ramai.

Kalau kamu suka rute ala roadtrip Lombok selatan, urutan Merese-Tanjung Aan-Seger dalam satu sore adalah kombinasi paling populer di kalangan wisatawan domestik.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Bukit Merese

Bukit Merese buka 24 jam karena statusnya area terbuka, bukan objek wisata berpagar. Dalam sehari, waktu terbaik buat kamu datang adalah pas sunset, sekitar pukul 16.00-18.30 WITA — di luar jam itu cahaya matahari kurang dramatis dan rumputnya nggak terlihat semenarik saat golden hour. Beberapa pengunjung juga datang subuh, sekitar 05.00-06.30 WITA, untuk sunrise yang lebih sepi dan udara masih sejuk.

Sementara antarmusim, kondisi rumputnya berubah drastis, jadi bulan kunjungan cukup memengaruhi hasil foto dan kenyamanan trekking.

Bulan Kondisi Rating
Desember-Februari Rumput hijau segar, udara lebih sejuk, sesekali hujan singkat ⭐⭐⭐⭐⭐
Maret-April Transisi, rumput masih cukup hijau, cuaca mulai kering ⭐⭐⭐⭐
Mei-September Puncak kemarau, rumput kuning keemasan, jarang hujan tapi lebih berdebu ⭐⭐⭐⭐
Oktober-November Awal musim hujan, rumput belum hijau merata, kadang becek ⭐⭐⭐

Kalau kamu ingin nuansa savana hijau ala foto-foto yang sering viral di media sosial, kejar bulan Desember sampai Februari. Sebaliknya, kalau lebih suka rumput keemasan yang terasa dramatis saat sunset, Mei sampai September adalah waktunya.

Tips Berkunjung ke Bukit Merese

  1. Datang sekitar pukul 16.30 WITA supaya kebagian jalan naik yang belum terlalu ramai dan sempat cari spot terbaik sebelum matahari turun.
  2. Bawa air minum sendiri karena warung di atas bukit terbatas dan harganya sedikit lebih mahal dari kota.
  3. Pakai alas kaki tertutup, bukan sandal jepit — jalur tanah bisa licin kalau habis hujan.
  4. Siapkan uang tunai kecil untuk tiket, parkir, dan jajanan; belum semua pedagang menerima pembayaran digital.
  5. Kalau berencana lanjut ke Pantai Tanjung Aan sesudahnya, datang ke Merese dulu saat sore, baru turun ke pantai untuk makan malam — urutan ini menghindari macet kecil di jalur turun saat sunset selesai.
  6. Bawa jaket tipis atau kain penutup kepala, karena angin di puncak bukit cukup kencang terutama menjelang malam.

Tiket Masuk

Tiket masuk Bukit Merese tergolong murah dibanding spot wisata Lombok lainnya, sekitar Rp 10.000 per orang. Biaya parkir dikenakan terpisah, kira-kira Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Kategori Harga
Tiket masuk (per orang) Rp 10.000
Parkir motor Rp 5.000
Parkir mobil Rp 10.000
Sewa kuda/ATV (opsional) Rp 25.000-50.000

Catatan:

  • Tiket dikelola swadaya oleh warga setempat, bukan tiket elektronik atau online.
  • [cek harga terbaru] langsung ke petugas di lokasi karena harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pengumuman resmi.
  • Bawa uang tunai pecahan kecil, sebagian besar pedagang belum menerima pembayaran digital.

Jam buka: 24 jam (area terbuka tanpa pagar). Waktu terbaik datang pukul 16.00-18.30 WITA untuk sunset, atau 05.00-06.30 WITA kalau kamu kejar sunrise yang lebih sepi.

Transportasi

Rute ringkas: Bandara Internasional Lombok – Bypass BIL-Mandalika – Kuta Lombok – Bukit Merese (±30-35 menit).

Ada beberapa titik keberangkatan umum menuju Bukit Merese, tergantung dari mana kamu memulai perjalanan:

  1. Dari Bandara Internasional Lombok (Praya) — sekitar 17 km, naik motor sewaan atau mobil + sopir, ± 30-35 menit.
  2. Dari Kota Mataram — sekitar 60 km lewat jalur Bypass BIL-Mandalika, ± 1,5 jam berkendara.
  3. Dari Kuta Lombok (pusat kota) — cuma ± 10 menit naik motor atau mobil, karena Merese praktis menyatu dengan kawasan ini.
  4. Dari Pelabuhan Lembar (buat yang menyeberang dari Bali naik kapal) — sekitar 55 km, ± 1 jam 20 menit.

Opsi kendaraan yang bisa kamu pakai:

  • Sewa motor — paling fleksibel, sewa harian sekitar Rp 70.000-100.000, cocok kalau mau eksplor beberapa pantai sekaligus.
  • Mobil + sopir lokal — sekitar Rp 400.000-600.000 per hari tergantung rute, praktis untuk rombongan atau keluarga.
  • Taksi/travel bandara — tersedia di area kedatangan bandara, tapi tarif ke Kuta Selatan sebaiknya ditanya di muka karena argo online belum sepenuhnya stabil di Lombok.

Titik ini gampang ditemukan lewat pencarian “Bukit Merese” di Google Maps, dan lokasinya menyatu dengan kawasan wisata Kuta Lombok yang makin berkembang.

Akomodasi

Mau nginep deket lokasi biar bisa kejar sunrise atau santai setelah sunset? Ini tiga pilihan di kawasan Kuta Mandalika sesuai budget kamu — semuanya cuma sekitar 10 menit dari Bukit Merese. Harga di atas indikatif dan berubah-ubah tergantung musim — klik link-nya buat lihat harga dan ketersediaannya..

Jadi tunggu apa lagi, masukkan Bukit Merese ke itinerary Lombok kamu berikutnya dan rasakan sendiri kenapa banyak orang rela naik bukit cuma demi satu momen matahari terbenam.

Wanderlust Hostel Kuta Mandalika
Budget
Wanderlust Hostel Kuta Mandalika
JM Hotel Kuta Lombok
Mid-Range
JM Hotel Kuta Lombok
Novotel Lombok Resort & Villas
High-End
Novotel Lombok Resort & Villas

FAQ

Apakah Bukit Merese cocok untuk anak-anak dan lansia?
Cocok, kok. Treknya cuma 10-15 menit dengan tanjakan yang landai, jadi hampir semua umur bisa naik — cukup dampingi anak-anak dan orang tua saat berada di dekat tepi tebing.
Relatif aman karena area ini ramai wisatawan dan dekat kawasan Mandalika, tapi penerangannya minim. Bawa senter atau pakai flash HP, dan usahakan nggak sendirian kalau datang sebelum matahari terbit.
Ada beberapa warung kecil di sekitar area parkir, tapi di atas bukit nyaris nggak ada. Toilet juga terbatas di area bawah — lebih nyaman kalau urusan itu diselesaikan dulu sebelum naik.
Boleh dan cukup populer, terutama malam menjelang sunrise. Pamit dulu ke warga pengelola di area parkir, dan pastikan semua sampah kamu bawa turun lagi.
Sekitar 1-2 jam sudah cukup untuk naik, foto-foto, dan menikmati pemandangan. Paling pas: datang satu jam sebelum sunset supaya dapat golden hour tanpa buru-buru.